Continuous Sealer

Continuous sealer merupakan mesin kemasan yang penggunaannya secara kontinyu untuk industry masal ukm. Bila penggunaannya sering maka anda perlu merawat mesin continuous sealer agar selalu siap beroperasi dalam memenuhi kebutuhan produksi pengemasan anda.

Continuous Sealer

Sejak industry ukm berkembang karena adanya mesin buatan china masuk ke Indonesia. Perusahaan kecil menengah sangat terbantu dengan adanya mesin tersebut. Salah satunya adalah mesin continuous sealer. Karena pada era sebelumnya industry kecil menengah kesulitan untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan besar.

Industri kecil menengah tak mampu bersaing dalam hal kapasitas produksi. keberadaan Mesin Continuous Sealer yang berfungsi untuk menutup kantong plastik atau kantong aluminium foil dilengkapi dengan ban berjalan.

Keberadaan mesin continuous sealer menjadi solusi bagi banyak sekali perusahaan kecil menengah untuk membantu mereka bekerja dalam persaingan. Dengan adanya mesin tersebut kapasitas produksi mulai meningkat. Hasil produksi mulai terlihat layak dijual di toko-toko ritel besar, dan kerusakan kemasan produk hampir tidak pernah lagi terjadi.

Untuk anda yang memiliki mesin continuous sealer yang penggunaannya dengan intensitas yang cukup tinggi. Berikut ini adalah beberapa cara perawatan mesin continuous sealer agar lebih awet:

 

Tips Merawat Mesin Continuous Sealer

  • Bersihkan conveyor dengan menggunakan kanebo yang sedikit basah, dibasahi dengan air sedikit.
  • Bila elemen Teflon sudah berkerak karena sisa plastik yang menempel pada saat proses pengemasan. Maka bersihkan dengan menggunakan cutter untuk mengikis kerak yang menempel pada Teflon.
  • Gear belakang pada motor penggeraknya perlu diberi pelumas Grase.
  • Semprot rantai conveyor menggunakan WD anti karat.
  • Gunakan mesin sesuai kebutuhan kemudian dimatikan setelah penggunaan. Agar mesin beristirahat sehingga lebih awet karena mesin continuous sealer menggunakan heater untuk proses sealing.
  • Matikan saklar settingan bila telah selesai penggunaan, agar penggunaan selanjutnya mesin siap kembali digunakan.
  • Bila penggunaan mesin telah satu tahun lamanya, biasanya kondisi mesin berdebu maka perlu dibersihkan menggunakan kuas.
  • Arang brush pada motor penggerak DC, bila telah lebih dari 1 tahun lebih maka perlu diganti.
  • Kipas pendingin yang berfungsi untuk mendinginkan heater pada proses sealing bila sudah berdebu maka perlu dibersihkan.
  • Tuas gear conveyor perlu dilumasi dengan WD tiap 2bulan sekali bila penggunaan mesin dengan intensitas yang tinggi alias sering.
  • Teflon perlu diganti bila telah robek atau gosong.
  • Guide Belt rusak karena penggunaan elastisitasnya jadi berkurang.

 

Problem Mesin Continuous Sealer Yang Sering Terjadi:

Sering berjalannya waktu mesin continous sealer digunakan.Terutama banyaknya cara penggunaan yang salah.
Mesin continuous sealer layaknya juga mesin lainnya, juga sama halnya dengan barang elektronik lainnya. Mulai menunjukkan beberapa indikasi kerusakan.

  • Biasanya karet pengepresan plastik di akhir proses sealer. Seperti halnya juga produk terbuat dari karet lainnya. Komponen ini pun habis termakan usia sesuai penggunaan mesin.
  • Masalah dengan indikasi tampilan suhu pada temperature control yang acak ketika mesin continuous sealer dijalankan.
  • Baru saja dihidupkan, suhu menunjukkan tampilan yang acak.
  • Patahnya Kotak Adjuster yang umumnya berwarna hitam.Berbentuk kotak dan berfungsi untuk mengatur tarikan teflon belt.
  • Putusnya teflon belt.Seringkali para penjual mesin continuous sealer mengatakan ini adalah hal yang wajar.
    Ada saatnya teflon belt memang harus diganti.Bahkan ketika usia penggantian terlalu singkat, mereka mengatakan bahwa ini wajar.
  • Namun sebenarnya tidaklah demikian.Usia teflon belt sebenarnya bisa 2 kali lipat lebih panjang.
  • Dengan mengikuti cara penggantian yang diajarkan di Video Tutorial CV Carmel Hill Machinery pada awal pembelian mesin continuous sealer.
  • Usia teflon belt akan jauh lebih lama.
  • Biasanya Guide Belt putus karena penggunaan yang telah lama sehingga elastisitas berkurang.

 

Cara Mengatasinya

  • Karet Pengepresan yang sudah aus memang tidak ada jalan lain selain diganti yang baru.
  • Indikasi suhu temperature yang naik turun sendiri sejak awal mesin continuous sealer dioperasikan disebabkan oleh rusaknya Thermo Couple.
  • Fungsi thermo couple adalah membaca suhu pada pemanas dan memberikan informasi kepada temperature control.
  • Thermo couple berperan sebagai sensor suhu.
  • Pada kasus seperti ini, penggantian thermo couple diperlukan.
  • Kotak adjuster yang patah adalah saatnya diganti yang baru.Anda bisa membawa yang patah ke bengkel teknik
  • terdekat dan membuat yang baru.
  • Penggantian teflon belt diperlukan untuk teflon belt yang putus.
  • Penggantian guide belt diperlukan untuk guide belt yang putus.

 

Demikian pembahasannya tentang cara merawat dan memperbaiki mesin continuous sealer dari problem yang biasa terjadi. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda.